Angka Kematian Akibat Kecelakaan Masih Tinggi

02 March 2017


 

Angka kematian di jalan karena kecelakaan di Indonesia sampai saat ini tercatat lebih besar dibandingkan akibat penyakit. Bahkan, korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat ini didominasi usia produktif 16-30 tahun.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan fakta ini sangat memprihatinkan dan perlu menjadi perhatian serius semua pihak untuk mencegahnya. Setidaknya, ada upaya maksimal untuk menurunkan angka kecelakaan di jalan raya, termasuk dengan membangun kesadaran bersama dalam berlalu lintas.

“Hal ini perlu menjadi perhatian serius karena kecelakaan di jalan saat ini telah menjadi penyebab kematian tertinggi jika dibandingkan dengan kematian yang disebabkan penyakit, seperti jantung dan lain-lain,” kata Budi pada acara puncak Pekan Keselamatan Nasional 2016 di Jakarta, Minggu (6/11).

Dia menambahkan peningkatan pergerakan lalu lintas di jalan membawa konsekuensi lonjakan kecelakaan. Beberapa faktor penyebab kecelakaan meliputi manusia, kendaraan, fasilitas jalan, dan lingkungan. Dia menambahkan jumlah kecelakaan baik kualitas maupun kuantitas masih tinggi beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Polri, jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia pada 2015 sebanyak 98.970 kejadian dengan korban meninggal dunia sebanyak 26.495 jiwa. Dari rincian tersebut, setiap hari terdapat rata-rata 72 korban tewas kecelakaan lalu lintas.

Sebagian besar kejadian ini melibatkan sepeda motor, yang merupakan angkutan favorit masyarakat dari berbagai lapisan. Lebih disayangkan lagi, fakta bahwa korban meninggal tersebut rata-rata didominasi kelompok usia produktif antara 16-30 tahun.

“Dapat disampaikan kerugian akibat kecelakaan lalu lintas ini tidak hanya sekedar korban jiwa dan material saja, namun juga berpotensi mengganggu keberlangsungan generasi penerus masa depan bangsa kita,” katanya.

Tindakan Antisipasi

Untuk itu, lanjut Budi, apabila tidak melakukan tindakan antisipasi, dikhawatirkan akan ada 25 juta orang korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dalam kurun waktu 20 tahun ke depan. Budi mengajak semua pihak, para stakeholder menyatukan visi untuk membangun kepedulian publik terhadap keselamatan.

“Melihat besarnya dampak dari kecelakaan jalan, sudah selayaknya semua stakeholder menyatukan visi untuk meningkatkan kepedulian publik terhadap keselamatan di jalan,” katanya. 

Sementara itu, data Global Status Report on Road Safety (WHO, 2015), menyebutkan, setiap tahun terdapat 1,25 juta orang meninggal dan 50 juta orang luka berat akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di seluruh dunia. Dari total jumlah korban tersebut, 90 persen diantaranya terjadi di negara berkembang.

 

Sumber:http://www.koran-jakarta.com/angka-kematian-akibat-kecelakaan-masih-tinggi/