Apa Itu Rider Asuransi Jiwa?

13 March 2017

Rider Asuransi Jiwa bukan bagian dari polis dasar, sehingga rider asuransi jiwa tidak akan dilampirkan pada polis dasar. Pemegang polis (calon klien) harus terlebih dahulu meminta rider asuransi jiwa dan jika disetujui perusahaan asuransi jiwa, pemegang polis harus membayar premi tambahan untuk manfaat tambahan yang akan diterimanya.

Setiap perusahaan asuransi jiwa memiliki Rider Asuransi Jiwa yang berbeda – beda. Ada beberapa Rider Asuransi Jiwa yang dimiliki hampir setiap perusahaan asuransi jiwa. Biasanya rider-rider tersebut termasuk rider asuransi jiwa yang penting.

1. Waiver of Premium

Penghapusan premi atau manfaat tambahan bebas premi (Waiver Of Premium). Manfaat dari Rider Waifer of Premium adalah: penghapusan pembayaran premi jika tertanggung mengalami cacat total permanen dan klaim akan dibayar secara penuh jika tertanggung kemudian meninggal dunia.

2. Accidental Death (Kematian akibat kecelakaan)

Manfaat dari Rider Accidental Death adalah: ganti rugi dua kali lipat dari nominal yang diasuransikan (uang pertanggungan) jika pemegang polis meninggal dunia akibat kecelakaan. Rider asuransi jiwa accidental death memberikan tunjangan yang besarnya sama dengan jumlah yang diasuransikan. Rider Accidental Death sering kali disebut juga dengan rider ganti rugi ganda (Double Indemnity)

3. Permanent Disability (Cacat Permanen)

Manfaat dari Rider Permanent Disability adalah: penghapusan premi yang akan jatuh tempo, jika tertanggung mengalami cacat permanen akibat kecelakaan. Banyak perusahaan asuransi jiwa di Indonesia uang memberikan penghapusan premi sekaligus dalam satu paket.

4. Critical Illness (Penyakit Kritis)

Manfaat dari Rider Critical Illness adalah: menyediakan pembayaran sejumlah jaminan lump sum jika pemegang polis didiagnosa menderita salah satu penyakit kritis, seperti: kanker, stroke, kelumpuhan, penyakit jantung, gagal ginjal, dan lain-lain.

5. Term Additional Benefit (Tambahan Berjangka)

Manfaat dari Rider Term Additional Benefit adalah: menyediakan pembayaran tambahan jika Anda (tertanggung) ingin melakukan suatu perjalanan. Jadi jika terjadi sesuatu ketika Anda dalam perjalanan,  perusahaan asuransi jiwa akan membayarkan tambahan. Nilai dari manfaat tambahan berjangka ini umumnya berdasarkan rasio dari nilai dasar asuransi jiwa tertanggung (misalnya 3 banding 1 atau 5 banding 1). Besarnya perbandingan tersebut sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan asuransi jiwa.

6. Hospital Cash/Income Benefit (Tambahan Rumah Sakit)

Manfaat dari Rider Hospital Cash atau Income Benefit adalah: tunjangan atas perawatan-perawatan rumah sakit akibat penyakit atau kecelakaan. Manfaat ini diberikan berdasarkan lamanya jangka waktu perawatan tanpa mempertimbangkan biaya awal yang dikeluarkan untuk rumah sakit. Nilai tunjangan yang diberikan tergantung dari jumlah yang diasuransikan.

7. Spouse and Children Benefit (Tambahan Pasangan dan Anak)

Manfaat dari Rider Spouse and Children Benefit adalah: memberikan perlindungan bagi istri atau suami serta anak dari tertanggung. Jangka waktu perlindungan bagi setiap anak akan berakhir jika sang anak berumur 21 atau 25 tahun. Beberapa perusahaan asuransi jiwa memberikan fleksibilitas pada anak untuk mengubah asuransi berjangkanya menjadi polis asuransi jiwa individu jika ia mencapai umur tertentu.

8. Children Benefit (Tambahan Anak)

Manfaat dari Children Benefit mirip dengan manfaat spouse and children benefit.

 

 

Sumber: https://www.finansialku.com/mengenal-rider-asuransi-jiwa/