Fakta Penyakit Kritis

21 November 2016

Fakta sakit kritis di dunia:

• Penyakit kritis membunuh lebih dari 36 juta orang setiap tahun.
• Hampir 80% kematian -29 juta orang- terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. 
• Lebih dari sembilan juta dari semua kematian terjadi sebelum usia 60. 
• Penyakit jantung penyebab kematian tertinggi atau 17,3 juta orang pertahun, diikuti oleh kanker (7,6 juta), Penyakit pernafasan (4,2 juta) dan diabetes (1,3 juta) 
• Penyebab utama: kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, gaya hidup yang buruk.  

Fakta sakit kritis di Indonesia:    

Proporsi angka kematian akibat sakit kritis:  
• Tahun 1995 : 47,7% 
• Tahun 2001 : 49,9%
• Tahun 2007 : 59,5%
 
Penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi:

• Stroke (19,4%) 
• Diabetes (9,3%) 
• Hipertensi ( 7,5%) 
• TBC (7,3%) 
• Penyakit jantung koroner (6,3%) 
• Kanker (5,8%) 
• Penyakit hati/lever (5,5%) ipertensi ( 7,5%) 
• Penyakit saluran pencernaan (5,3%) 
• Penyakit jantung lainnya (5,1%)
• Penyakit saluran pernafasan kronik (4,7%)
 
Siapa yang berisiko terkena penyakit tersebut?

• Semua kelompok usia dan semua wilayah berisiko terkena sakit kritis
• Data Riskesdas 2007 menunjukkan kematian akibat sakit kritis terjadi pada usia  40-54 tahun sebesar 27,4%.
• Hal tersebut menunjukkan sakit kritis menyerang usia produktif
• Anak-anak, orang dewasa dan orang tua semua rentan terhadap faktor risiko penyakit kritis 
 
Faktor risiko:

Penyebab utama terjadinya sakit kritis: 
• Kebiasaan merokok, 34,7% penduduk usia 15 tahun ke atas merokok setiap hari
• Akibat yang diterima oleh paparan perokok pasif.
• Pola makan yang tidak sehat, 93,6% penduduk kurang konsumsi buah dan sayur
• Kurangnya aktivitas fisik, 48,2% penduduk kurang aktivitas fisik
• Faktor risiko metabolisme tubuh: akibat tekanan darah tinggi, obesitas atau kegemukan, kadar glukosa yang tinggi dan tingginya kadar lemak dalam darah.
 
Dampak sosial-ekonomi akibat sakit kritis:

• Peningkatan sakit kritis berdampak negatif pada ekonomi dan produktivitas keluarga, dengan cepat menguras sumber daya rumah tangga menyebabkan keluarga jatuh dalam kemiskinan. 
• Pengobatan sakit kritis seringkali memakan waktu lama dan memerlukan biaya besar. 
• Bebebrapa jenis penyakit kritis adalah penyakit kronik dan/atau katastropik yang dapat mengganggu ekonomi penderita dan keluarganya. Selain itu salah satu dampak sakit kritis adalah terjadinya kecacatan termasuk kecacatan permanen.


 
Sumber: Depkes & berbagai sumber