1 Desember 2020

3 skema rancangan persiapan dana pensiun terbaik

Menyiapkan dana pensiun terbaik memang sangat menantang. Berikut 3 skema dana pensiun yang umum digunakan.

Jika berbicara mengenai pensiun, sering kali kita masih bingung harus mulai dari mana untuk menyiapkannya. Menyusun perencanaan dana pensiun terbaik secara tepat, akan sangat mempengaruhi keberhasilan dalam mencapai target dana yang diharapkan saat pensiun nanti. Anda perlu mengetahui skema apa saja yang umum dilakukan untuk merancang program hari tua Anda. Di dalam artikel ini penulis akan menjabarkan 3 skema umum yang biasa digunakan untuk mempersiapkan dana pensiun.

1. Membeli Annuitas


Sekema yang pertama ini paling umum dilakukan dalam merencanakan dana pensiun. Skema ini sangat cocok bagi Anda yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai investasi namun ingin merencanakan pensiun dengan cermat. Membeli Annuitas adalah skema perencanaan pensiun terbaik menurut pribadi penulis. Skema membeli annuitas adalah dengan membeli produk-produk keuangan yang khusus diperuntukkan untuk membiayai dana pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja) dan Jamsostek. Kelebihan memilih skema ini adalah Anda tidak perlu pusing memikirkan investasi dana Anda, karena sudah dikelola oleh tenaga professional dibidangnya.

DPLK atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan yang biasanya dibentuk oleh lembaga keuangan seperti bank dan perusahaan asuransi adalah pilihan paling tepat. Seperti WanaArtha DPLK adalah pengelola dana pensiun yang dibentuk oleh PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha adalah salah satu DPLK terbaik yang menyediakan program pensiun baik untuk nasabah individu maupun nasabah kumpulan. Informasi mengenai produk WanaArtha DPLK bisa dilihati di www.wanaarthalife.com.

2. Menabung sendiri


Skema yang kedua ini adalah mempersiapkan dana pensiun dengan merancang sendiri dengan menabung dan berinvestasi sendiri. Skema ini membutuhkan komitmen yang kuat untuk menyisihkan sebagian penghasilan lalu menyimpan kedalam rekening tabungan, ORI, Reksadana, ETF, Obligasi dan Saham. Yang harus Anda perhatikan jika memilih skema ini adalah Anda harus memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup mengenai investasi. Berinvesatasi selalu memiliki risiko yang harus ditanggung seperti kerugian, naik turun harga saham, rendahnya besaran bunga dan inflasi yang setiap tahun semakin tinggi, sehingga mengikis nilai uang Anda.

Penulis menyarankan, jika Anda tidak memiliki pengetahuan investasi yang mumpuni sebaiknya tidak menggunakan skema ini. Dalam proses menabung dan berinvestasi seringkali menuntut analisa keuangan yang komprehensif dan berkaitan erat dengan psikolgi seseorang. Selain itu kebutuhan sehari-hari dan keinginan berbelanja, mungkin akan mempengaruhi Anda untuk menggunakan dana yang telah terbentuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atu membayar kwajiban lainnya.

3. Investasi alternatif


Skema ini adalah proses mempersiapkan dana pensiun yang dirancang sendiri dengan menggunakan cara-cara berinvestasi diluar instrument keuangan seperti property, bisnis, berbagai koleksi dan emas. Skema ini juga memiliki kelemahan diantaranya memiliki risiko kerugian seperti turunnya harga properti, kebakaran, bencana alam dll. Anda juga harus memperhatikan likuiditas instrument investasi dibidang properti atau bisnis. Jika Anda membutuhkan dana segera instrument ini tidak cocok, karena menjual properti atau bisnis memerlukan waktu yang cukup lama.

Demikian tiga skema umum yang biasanya dilakukan untuk mempersiapkan dana pensiun. Disini penulis menyarankan untuk memilih skema pertama. Anda juga bisa menghitung kebutuhan dana pensiun Anda di financial calculator yang berada di website WanaArtha Life.


Back
  • Share